Masuknya kembali pelajaran fisika sebagai salah satu mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional 2008 menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi para guru fisika, bagaimana menyajikan materi fisika yang menarik serta mudah diserap oleh para siswa.
di muat di PR
http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=17072
Tampilkan postingan dengan label Media Massa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Massa. Tampilkan semua postingan
Senin, 22 Februari 2010
Sambut Baik Rencana Pemerintah
MAN 2 Kota Bandung, sambut Rencana Pemerintah dalam Mengembangkan Program Kejujuran di lingkungan Departemen Agama. Hal ini kemukakan Kepala MAN 2, Drs Wawan Sofyan, disaat ada kunjungan POKJA Wartawan dari Pusat.
Mengabdi dan Bersyiar Islam
Selasa, 08 September 2009
Dimuat di Harian Umum Galamedia Bandung
Mengabdi kepada Masyarakat, Sebarkan Syiar Islam
LANTUNAN selawat Nabi terdengar begitu syahdu dari Masjid Besar Ujungberung. Puluhan pelajar Madrasah Aliah Negeri (MAN) 2 Bandung terlihat larut dalam alunan selawat yang menggetarkan hati.
Kegiatan yang dipimpin Hambali, siswa kelas XI jurusan bahasa MAN 2 Bandung tersebut, merupakan bagian dari acara pembukaan kegiatan Pelaksanaan Pengabdian Lapangan (PPL) dan Studi Islam Intensif (SII).
"Kegiatan PPL khusus untuk kelas XII, sedangkan pelajar kelas X dan XI mengikuti SII di sekolah," ungkap Kepala MAN 2 Bandung, Drs. Wawan Sofyan saat ditemui "GM" di Masjid Besar Ujungberung Bandung, Minggu (6/9).
Pembukaan PPL dan SII dihadiri pejabat Departemen Agama (Depag) Kota Bandung, Drs. H. Zaidin Burhani, M.M.Pd., Ketua DKM Masjid Besar Ujungberung, H. Yusuf Supardi, serta Kepala MAN 2 Bandung, H. Wawan Sofyan.
Wawan mengungkapkan, program PPL pada bulan Ramadan merupakan salah satu syarat bagi pelajar MAN 2 Bandung untuk mengikuti ujian akhir. Tahun ini, kegiatan diikuti 314 siswa.
Dalam kegiatannya, para siswa terjun ke masyarakat untuk mengabdi dan mengisi kegiatan pesantren kilat (sanlat) di 22 lokasi, meliputi 9 SMP/MTs, 12 SD/MI, dan 1 orang pada kegiatan dewan keluarga masjid (DKM). Mereka akan dihadapkan dengan berbagai kegiatan lahan dakwah di bawah binaan guru pembimbing.
Bentuk pengabdian para pelajar tersebut di antaranya membantu pelaksanaan kegiatan sanlat di sekolah-sekolah dan DKM-DKM, serta melaksanakan kegiatan untuk menyemarakkan Ramadan di tengah-tengah masyarakat Bandung timur.
Sementara pelajar kelas X dan XI diwajibkan mengikuti SII di MAN 2 Bandung yang terletak Jln. Cipadung (Cibiru) Bandung. Kegiatan tersebut digelar selama sepekan, 7-12 September 2009. Para pelajar mengawalinya dengan praktik membaca Alquran yang dipandu guru. Kegiatan ini digelar agar siswa MAN 2 Bandung bebas buta huruf Alquran.
"Kegiatan SII selain mengutamakan siswa bebas buta huruf Alquran, juga bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari," kata Wawan.
Kepala Seksi Madrasah Pendidikan Dasar (Mapenda) Sekolah Umum Kantor Depag Kota Bandung, Drs. H. Zaidin Burhani, M.M.Pd. mengatakan, kegiatan PPL tidak biasa dilaksanakan para pelajar MAN maupun sekolah umum lainnya. Namun, pelajar MAN 2 Bandung sudah dapat mengamalkan dan mempraktikkan langsung kepada masyarakat.
"Pola seperti ini akan terus dikembangkan dan bisa menjadi percontohan bagi siswa lainnya," kata Zaidin. a.r.rohim/"Galamedia Bandung")**
Dimuat di Harian Umum Galamedia Bandung
Mengabdi kepada Masyarakat, Sebarkan Syiar Islam
LANTUNAN selawat Nabi terdengar begitu syahdu dari Masjid Besar Ujungberung. Puluhan pelajar Madrasah Aliah Negeri (MAN) 2 Bandung terlihat larut dalam alunan selawat yang menggetarkan hati.
Kegiatan yang dipimpin Hambali, siswa kelas XI jurusan bahasa MAN 2 Bandung tersebut, merupakan bagian dari acara pembukaan kegiatan Pelaksanaan Pengabdian Lapangan (PPL) dan Studi Islam Intensif (SII).
"Kegiatan PPL khusus untuk kelas XII, sedangkan pelajar kelas X dan XI mengikuti SII di sekolah," ungkap Kepala MAN 2 Bandung, Drs. Wawan Sofyan saat ditemui "GM" di Masjid Besar Ujungberung Bandung, Minggu (6/9).
Pembukaan PPL dan SII dihadiri pejabat Departemen Agama (Depag) Kota Bandung, Drs. H. Zaidin Burhani, M.M.Pd., Ketua DKM Masjid Besar Ujungberung, H. Yusuf Supardi, serta Kepala MAN 2 Bandung, H. Wawan Sofyan.
Wawan mengungkapkan, program PPL pada bulan Ramadan merupakan salah satu syarat bagi pelajar MAN 2 Bandung untuk mengikuti ujian akhir. Tahun ini, kegiatan diikuti 314 siswa.
Dalam kegiatannya, para siswa terjun ke masyarakat untuk mengabdi dan mengisi kegiatan pesantren kilat (sanlat) di 22 lokasi, meliputi 9 SMP/MTs, 12 SD/MI, dan 1 orang pada kegiatan dewan keluarga masjid (DKM). Mereka akan dihadapkan dengan berbagai kegiatan lahan dakwah di bawah binaan guru pembimbing.
Bentuk pengabdian para pelajar tersebut di antaranya membantu pelaksanaan kegiatan sanlat di sekolah-sekolah dan DKM-DKM, serta melaksanakan kegiatan untuk menyemarakkan Ramadan di tengah-tengah masyarakat Bandung timur.
Sementara pelajar kelas X dan XI diwajibkan mengikuti SII di MAN 2 Bandung yang terletak Jln. Cipadung (Cibiru) Bandung. Kegiatan tersebut digelar selama sepekan, 7-12 September 2009. Para pelajar mengawalinya dengan praktik membaca Alquran yang dipandu guru. Kegiatan ini digelar agar siswa MAN 2 Bandung bebas buta huruf Alquran.
"Kegiatan SII selain mengutamakan siswa bebas buta huruf Alquran, juga bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari," kata Wawan.
Kepala Seksi Madrasah Pendidikan Dasar (Mapenda) Sekolah Umum Kantor Depag Kota Bandung, Drs. H. Zaidin Burhani, M.M.Pd. mengatakan, kegiatan PPL tidak biasa dilaksanakan para pelajar MAN maupun sekolah umum lainnya. Namun, pelajar MAN 2 Bandung sudah dapat mengamalkan dan mempraktikkan langsung kepada masyarakat.
"Pola seperti ini akan terus dikembangkan dan bisa menjadi percontohan bagi siswa lainnya," kata Zaidin. a.r.rohim/"Galamedia Bandung")**
Sabtu, 28 November 2009
Kunjungan Wartawan
mereka hadir dalam rangka kunjungan daerah, dan juga shilaturahmi dengan pimpinan madrasah
Dengan sikap kritis dan konstruktif, mereka ajukan berbagai persoalan yang terkait dengan citra dan pencitraan madrasah dalam konteks Media Massa. Melalui komunikasi inilah, diharapkan citra Madrasah akan tetap menjadi salah satu pendidikan alternatif dalam membangun generasi muda Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)