Penerimaan Siswa Baru 2011



Selamat Idul Fitri 1433 H. Ladang Amal : Infaq Membangun Masjid kirim ke PANITIA PEMBANGUNAN MESJID MAN 2 Bandung, No. rekening 131 - 00 - 0752993 - 8, BANK MANDIRI KCP Bandung Ujung Berung

Tampilkan postingan dengan label Biografi Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi Guru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Maret 2011

Haris Royani


Setelah 7 tahun berjalan, Koperasi menunjukkan kemajuan. Baik dari sisi keanggotaan maupun asset, Kopmanda menunjukkan ada peningkatan yang nyata dari tahun ke tahun. Perubahan-perubahan ini, terjadi pula dalam kepengurusan. Pada pemilu 2008, Drs. Haris Royani yang semula menjabat sebagai sekertaris Koperasi, kemudian terpilih sebagai Ketua Koperasi MAN 2 Kota Bandung.

Haris Royani adalah guru Fisika. Alumni dari IAIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang juga sebagai wali kelas XII, setelah mendampingi H. Tatan Jamaludin sebagai pengurus Koperasi, kemudian terpilih menjadi Ketua Koperasi, dan didampingi oleh Dra. Wiwin WIdaningsih, sebagai Bendahara dan Momon Sudarma, Sebagai sekertaris.

Tahun 2010, Drs. Haris Royani dapat menyelesaikan pendidikan magisternya di Universitas Ars Internasional, dan meraih gelar Magister Manajemen (MM). Guru Fisika ini, aktif dan dikenal pula sebagai Kepala SMP Al-Hadi Bandung. Untuk selama 10 tahun terakhir ini, beliau inilah yang dianggap sebagai pakarnya koperasi di MAN 2 Kota Bandung. Dengan bekal intelektualitasnya sebagai guru Fisika, tampak beliau cekatan dalam menjelaskan rumus dan atau proses penghitungan SHU dalam laporan keuangan Koperasi.

Jabatan sebagai Ketua Koperasi ini, diembannya sampai tahun 2011. Dengan posisi SHU berada pada angka 80 jutaan lebih. Angka yang cukup fantastis, dan menjadi indicator dari aktivasi keuangan madrasah selama ini.

Terima kasih Koperasi, terima kasih pengurus, terima kasih pengawas, terima kasih bagi semuanya !

Tatan Jamaludin

Drs. H. Tatan Jamaludin, M.M.Pd., adalah guru Qur’an – Hadits di MAN 2 Kota Bandung. Tugas tambahannya adalah menjabat sebagai Guru Bimbingan dan Konseling. Dari pemikirannya inilah, lahir sejumlah inovasi pembelajaran dan pelayanan pendidikan di madrasah. Selain merintis dan merancang dokumen-dokumen yang terkait dengan ke-BP-an, beliau pulalah yang menggagas model Pesantren Kilat (SII) di MAN 2 Kota Bandung, bersama Drs. Suhri Nasution dan guru PAI lainnya.

Salah satu besutan kreatif dari pemikirannya ini, adalah melahirkan Koperasi MAN 2 Kota Bandung. Sudah tentu, secara embrionik lahirnya koperasi ini adalah sebuah kesepakatan besama, seluruh komponen madrasah. Tetapi, dengan terpilihnya Drs. H. Tatan Jamaludin, M.MPd. sebagai ketua koperasi yang pertama, mengukuhkan pengakuan keluarga besar Madrasah terhadap kemampuan dan kepemimpinannya dalam organisasi.

Drs. H. Tatan Jamaludin, M.MPd., yang dikenal pula sebagai salah satu aktivis Muhammadiyah di wilayah Bandung Timur ini, memiliki wawasan yang luas, baik terkait dengan keorganisasian, kepemimpinan, manajemen pendidikan dan keislaman. Tidak aneh, bila kemudian beliau pun dipercaya sebagai Kepala Madrasah di Kifayatul Achyar Kota Bandung, dan juga Ketua Komite di MTs Negeri 2 Kota Bandung. Bahkan, pada tahun 2010, beliau pun kembali masuk menjadi anggota Komite Madrasah MAN 2 Kota Bandung.

Pada tahun 2008, beliau pun terpilih sebagai Ketua Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kota Bandung. Sebagai ketua PGM Kota Bandung periode 2008-2012, Drs. H. Tatan Jamaludin, M.MPd. Membidani lahirnya solidaritas antar guru, di lingkungan madrasah di Kota Bandung.

Rabu, 10 Maret 2010

Drs. Jaja Zaenudin


Drs. Jaja Zaenudin, dengan NIP 1963 0819 1988 03 001, adalah salah satu guru senior di MAN 2 Kota Bandung. Bagi keluarga besar MAN 2 Kota Bandung, kiranya akan setuju bila dikatakan bahwa Wakil Kepala yang satu ini, memang sangat mencintai dan mengenal betul bidang kerja yang menjadi garapannya, yaitu pengajaran dan pendidikan. Pak Jaja, itulah panggilannnya, adalah guru senior yang paham betul terhadap kurikulum madrasah, lebih khusus lagi kurikulum MAN 2 Kota Bandung. Bidang kerja kurikulum ini, bukan saja didapatnya di bangku kuliah, dan atau di MAN 2 ini, tetapi telah didalaminya sejak masih berstatus sebagai honorer. Beliau adalah guru yang memiliki pengalaman mengajar di berbagai sekolah dan daerah.

Pengalaman pendidikannya yang luas, memberikan satu ciri dari pribadinya sebagai seorang pendidik. Sarjana (lengkap) Matematika yang lulus pada tahun 1990 dari IAIN Sunan Gunung Djati Bandung ini, mulai mengajar pada yahin 1984, ketika menjadi honorer di Madrasah Aliyah Al-Falah Bandung. Dua tahun berikutnya Yayasan mengangkatnya menjadi Wakil Kepala Bagian Kurikulum dari sampai tahun 1990.

Diangkat sebagai PNS pada tahun 1988. Sejak tahun 1990-1994, beliau pun menjadi Wakil Kepala Bagian Kesiswaan di MAN Poncowati Lampung Tengah. Karena hasrat ingin mengabdikan diri ke kampung halamannya, kemudian pada tahun 1994 hijrah ke Kota Bandung, dan ditugaskan di MAN 2 Kota Bandung.

Di madrasah ini pun, kemudian beliau menduduki Jabatan sebagai Wakil Kepala Bagian Kurikulum (Wakamad Kurikulum). Hanya terselang satu semester, yaitu periode 2009-2010 (saat itu dijabat oleh Usep Suryana, S.Pd.,) bidang kurikulum ini kemudian dijabatnya kembali.

Guru yang menganut moto hidup "isy kariman au mut syahidan" (hidup mulia atau mati syahid) ini kelahiran 19 Agustus 1963 dikenal oleh rekan-rekan seprofesinya sebagai pejabat madrasah yang low profile (rendah hati), dan memiliki wawasan keakademikan yang tinggi. Gaya tutur dan dan sikap kepada rekan seprofesi, pegawai madrasah atau dengan TU, dikenal sangat santun, dan kalem. Komunikasi dengan pihak lain, betul-betul menunjukkan diri sebagai seorang guru. Di lain pihak, minat dan hasrat belajar terus dikembangkannya, oleh karena itu informasi dari siapapun dan kapanpun terus digalinya. Tak heran, bila saat ini pun beliau masih terus menuntaskan masa studinya, pada program Pascasarjana di Universitas Garut (UNIGA).

Kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, bukan hanya ditunjukkan di MAN 2 Kota Bandung. Pada saat ini pun, selain menjabat sebagai salah seorang pengurus di Persatuan Guru Madrasah (PGM Kota Bandung, bidang penelitian dan pengembangan Organisasi), bersama istri tercintanya (Mila, S.Ag) beliau menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Islam al-Fajar di Kabupaten Bandung.

Selasa, 09 Maret 2010

Drs. H. Durachman

Delapan Maret 2010, adalah hari pertama Drs. H. Durachman bertugas sebagai Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bandung. Karir sebelumnya, beliau adalah Kepala MAN 1 Sumedang. Dengan pengalaman panjang, baik sebagai kurikulum di MAN 1, serta sebagai Kepala di MAN 1, Bapak dari 2 orang anak ini memantapkan visi untuk membangun MAN 2 jauh lebih baik dari kondisi yang ada selama ini.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Madrasah, lulusan SKI IAIN SGD (1986), pernah menjadi Guru SMA Sunda Sawawa (1986-1990), Guru PGAN Sumedang (1986-1991), dan Guru MAN 1 Sumedang (1991-2010).

Sebagai pemimpin baru di MAN 2 kota Bandung, sudah tentu sangat wajar bila dalam shilaturahmi pertama, mengkhutbahkan sejumlah rencana atau harapan baru. Dalam kesempatan itu pula, sambutan antusias bermunculan, baik dari kalangan guru, pihak Komite, dan juga Kepala Kementrian Agama Kota Bandung. Berbagai pihak berharap, H. Durachman mampu mewujudkan MAN 2 Kota Bandung sebagai salah satu sekolah unggulan di Kota Bandung, dan menjadi kebanggaan umat.

"Dialog atau musyawarah adalah sebuah dinamika yang positif dalam menatap masa depan", itulahsalah satu pesan yang disampaikan dalam khutbah munggaran-nya di madrasah ini. Dihadapan siswa-siswipun, beliau memberikan apresiasi yang postif terhadap Hymne MAN 2 yang gubah oleh Heni Hasanah, S.Pd. "Lagu itu, sangat inspiratif dan luar biasa..." tuturnya.

"Kita harus tetap bersama dan kerjasama dalam membangun madrasah ini..."

Pegawai Negeri yang ber-NIP 1961 06 26 1990 03 1002 ini, kini masih aktif di Lembaga Riset Sumedang, LPM Ma'arif Sumedang (Ketua Libtang), Sekertaris Umum PGM Sumedang, dan Ketua II di DMI Sumedang

Suami dari Lilis Rostini, A.Ma. ini sudah memiliki 2 (dua) orang putra, yaitu Andika Faturrahman (kini tengah kuliah di UIN Sunan Sunan Gunung Djati Bandung), dan Jiya Anajah.

Semoga !





Rabu, 03 Maret 2010

Wawan Sofyan, Drs.

Abu Hamdan, begitulah anak santri menyebutnya. Kepala MAN 2 Kota Bandung ke-3 ini, memiliki torehan prestasi dan sejarah emas dalam perkembangan madrasah yang terletak di kawasan Bandung Timur, tepatnya di desa Cipadung. Abu Hamdan, atau Drs. Wawan Sofyan, adalah putra terbaik MAN 2 kelahiran Garut, 21 Januari 1966, lulusan dari Tadris IPS IAIN Sunan Gunung Djati Bandung adalah Pegawai Negeri Sipil yang memiliki karir sangat cepat. Diangkat sebagai PNS, pada tahun 1992, kemudian dipilih menjadi Kepala Madrasah pada tahun 2002. Dengan kata lain, hanya membutuhkan 10 tahun, Beliau mampu menduduki posisi puncak dalam karir pendidikan pada sebuah satuan pendidikan.

Dalam sejarah MAN 2, Drs. Wawan Sofyan adalah kepala sekolah pertama, yang dipilih secara demokrasi. Hal ini, karena Beliau dipilih ketika atmosfera pemberdayaan Majlis MAdrash –Sekarang disebut Komite Madrasah—masih memiliki kewenangan untuk mengusulkan dan mengangkat Kepala Madrasah. Sedangkan pihak Kanwil, hanya menetapkan hasil pemilihan Kepala Madrasah di tingkat satuan pendidikan. Berdasarkan catatan sejarah itu, Drs. Wawan Sofyan ini adalah kepala madrasah pertama, atau mungkin satu-satunya, kepala MAN 2 yang diusulkan dan dipilih oleh guru.

Pertama kali diangkat, beliau mengampu mata pelajaran PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Tidak mengherankan, bila nilai-nilai moralitas, kebersamaan, kekeluargaan, atau kepekaan sosial begitu menonjol dalam diri ’bobotoh Persib’ ini. Bagi pencinta Persib, atau Penggila Bola, tokoh ini sudah tentu tidak aneh lagi. Kendati belum pernah masuk pada jajaran pengurus atau manajemen Persib, tetapi jangan ditanya soal kehadiran beliau di saat Persib Maung Bandung main melawan kesebalasan manapun.

Terkait dengan hobinya ini, Anak-Anak Bahasa Angkatan 2010, menyebutnya, PERSIB MAUNG BANDUNG, Mang Wawan MAUNG-na MAN 2. Bila Persib kedapatan menang dan melumat musuh-musuhnya, guru-guru dan TU sudah tentu aka kebanjiran makanan dan minuman, “Syukuran PERSIB euyyyy!”. Selebrasi kemenangan Persib begitu sangat terasa di madrasah ini. Begitu pula kalau kalah....he..he....

Bagi Nanang Hendriana yang disetujui pula oleh sejumlah rekan guru madrasah yang lainnya, Pak Kepala ini, adalah contoh dari pemimpin yang tidak pernah dendam pada lawan “politiknya”. Kalau berbeda pendapat dalam forum, itu dianggap biasa. Gaya berbicara memang vulgar, layaknya orang-orang Garut (kali...), tetapi jiwanya penuh kesantunan dan tidak pernah mendendam.

Heli Sri Pancawati, S.Pd., seorang guru DPK di madrasah ini, begitu merasakan kepemimpinan Pak Wawan. Dalam satu kesempatan, guru Biologi dan PLH ini, mengatakan, “Drs. Wawan Sofyan, sebagai Pimpinan MAN 2, periode ke-3, adalah sumber inspirasi. Sebab, beliau bisa menampilakn pribadi apa adanya, terbuka, kalau ada yang salah pasti Bapak Marah, setelahnya, Yakin Beressssss!”.

Oleh karena itu, harapan dan dukungan terhadap Oded (begitulah panggilan rekan-rekan terdekatnya) begitu sangat kuat. Endang Sumpena, sebagai pegawai TU senior di Madrasah ini, berpendapat setengah pesan, ”Jika kelak jadi Pejabat Kanwil, jangan lupa ke TU yang sudah membesarkan dan memberikan pengalaman suka dan suka di madrasah ini.”

Benar adanya, di madrasah ini, Drs. Wawan Sofyan telah mampu menunjukkan sejumlah prestasi terbaiknya. Pada tahun 2003, dibawah kepemimpinnya, MAN 2 membangun gedung 2 lantai atau 12 ruang, 6 kelas rehab dan 6 kelas bangunan lantai atas. Kemduian pada tahun 2004, pembangunan 2 lantai dilanjutkan dengan total 7 kelas rehab kelas bawah, dan 7 ruang kelas atas.

Bersumber dari APBN dan APBN, pada tahun 2006 MAN 2 mampu membeli tanah seluar 1203 m2, dan kemudian pada tahun ini pula membangun/merehab ruang guru. Kemudian pada tahun 2008, melakukan perluasan tanah. Pada tahun 2009, melanjutkan pembangunan ruang praktikum dengan sumberdana dari Dinas Pendidikan Kota Bandung. Sedangkan pada akhir jabatannya, MAN 2 melakukan ruang perpustakaan an rehab 2 ruang kelas.

Pada tahun 2006, Madrasah ini mendapat nilai akreditasi A, sebuah posisi kualitas dan prestasi satuan pendidikan yang tertinggi dalam sistem pendidikan di Indonesia. Dari tahun ke tahun, jumlah siswa terus meningkat, dan saat ditinggalkannya siswa MAN 2 sempat menembus angka SERIBU ORANG SISWA.

Saat kepemimpinan beliau inilah, sejumlah inovasi pembelajaran dilakukan. Dalam konteks Pembinaan Kesiswaan, lahir kegiatan CPD (Camping Pendidikan Dasar atau Character dan Personal Development), Bulan Bahasa, Pensi, Gapsha dan lain sebagainya. Bahkan, diakhir kepemimpinannya inilah, MAN 2 mampu merilis Album Perdananya, yang berisikan Hymne MAN 2 (buah cipta Heni Hasanah, S.Pd), dan sejumlah lagu karya-karya anak-anak LISMAN (Lingkung Seni MAN 2) Kota Bandung

Suami dari Wulan Sari, S.Ag., memiliki putra yang bernama Muhammad Hamdan Sofyan. Beliau tinggal di Kompleks Permata Biru Bandung. Memiliki NIP 1966 01 21 1992 031 004. Dilantik sebagai Kepala MAN 2 Kota Bandung, pada tanggal 18 Agustus 2002, dan berakhir pada tanggal 28 Februari 2010. Tepat pada tanggal, 1 Maret 2010 beliau dilantik sebagai Kepala MAN 2 Kabupaten Sumedang.

Rabu, 10 Februari 2010

Nunung YW


Beliau ini, adalah salah satu guru senior di madrasah. Tahun ini, golongan kepangkatannya sudah IV/a, sebuah golongan yang cukup tinggi untuk seorang pegawai negeri. Selama ini, ibu Nunung YW dikenal sebagai Pembina Koperasi Siswa MAN 2 Kota Bandung. Selain itu, beliau pun adalah orang yang sangat dekat siswa, dan bahkan kerap dijadikan tempat curhatan masalah remaja. Tempat yang dijadikan lokasinya, sudah tentu yaitu “Koperasi Siswa” atau biasa disebut Kopsis.

Dalam kedinasan, beliau adalah guru Ekonomi-Akuntansi kelas XI. Keilmuan dan kepiawaiannya, sudah tentu bukan soal dalam tata buku, tetapi juga dalam prakteknya. Selain menjadi guru ekonomi, beliau pun menjadi guru wirausaha. Hal ini terbukti, dengan suksesnya beliau membuka toko atau tempat usaha di salah satu pasar modern di wilayah Bandung Timur.

”Beliau itu, selain guru juga pelaku dagang..”begitulah kesan pengurus Kopsis tentang Pembinanya ini.


Rabu, 03 Februari 2010

Idad, S.Ag

Seruling, Angklung dan kanvas kerap kali ditemukan di meja yang satu ini. banyak bahan, dan juga hasil karya seni budaya, baik dalam arti miniatur maupun yang asli, hadir di meja guru unik. Ya, betul, ini adalah meja kerja Guru Seni dan Budaya sekaligus Pelatih Lingkung Seni MAN kota Bandung, Idad, S.Ag.

kendati pendidikannya berlatar prodi Syari'ah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, namun jiwanya seninya, sudah tidak saja mengalir namun bak sebuah tsunami yang membangun gebyarnya LISMAN 2 Kota Bandung. Selama ini, madrasah hanya dianggap terbiasa pada marawis atau nasyid, namun dengan ide kreatif dan nyeninya, di MAN 2 ini lahir tim-tim musik kreatif besutan Guru yang juga ditugasi membidangi Mata Pelajaran Bahasa Sunda. Tim Musik yang kini tengah berkibar di Bandung Timur, yaitu SURABI dan Panorama. Tahun 2010, Insya Allah akan launching album perdananya, dengan judul "Sorabi Special"...

Bapak dengan dua orang putra ini, adalah salah satu guru honor yang telah memberikan kontribusi nyata bagi Madrasah. Bahkan, dalam tahun 2009, beliau pulalah yang mengetuai pelaksanaan Bulan Bahasa yang sangat meriah. Kegiatan tersebut, adalah kali pertama dilaksanakan di madrasah, dan berhasil dengan sukses.

terima kasih Pak Idad, terima kasih atas semua kerja kreatifmu..moga MAN 2 tetap indah dalam tatapan, dan juga merdu dalam telinga, bak Cianjuran-mu yang kerap terlantunkan...

Minggu, 22 November 2009

Misbakhudin

Guru ini dikenal sebagai “Raja Budak”. Sebutan ini menempel dalam diri beliau, karena pada posisi beliaulah, kebijakan pembinaan kesiswaan di MAN 2 tersematkan. 5 tahun lebih menduduki posisi sebagai Pembina OSIS, mendamping Drs. Mumu Mubarak, S.Ag., sebagai Pembina Kesiswaam. Kemudian pada tahun 2009, Drs. Misbakhudin dipercaya sebagai Pembina Kesiswaan.

Lahir di Sumedang. Guru yang memiliki NIP 150255781, adalah guru Sejarah di MAN 2 Kota Bandung. Pada kepemimpinan beliau inilah, OSIS di MAN 2, khususnya mulai tahun 2008, muncul kegiatan-kegiatan besar, seperti Gelar Apresiasi Seni dan Budaya (GAPSA), serta CPD (Camping Pendidikan Dasar) dan Bulan Bahasa. Melalui kegiatan itu, beliau menanamkan visi untuk menjadikan siswa madrasah yang unggul dan berkualitas.

Usep Suryana

Usep Suryana, NIP. 150277538. dikenal sebagai guru yang Kimia yang disukai oleh para siswa. Hal ini terjadi, karena Beliau mampu menjelaskan materi Kimia yang sulit dengan mudah, dan rumit menjadi sederhana. Kendati asli sebagai orang Bandung, lahir di Cicadas, karena kepegawaiannya adalah menjadi CPNS di MAN 2 Kabupaten Sumedang. Kemudian pindah ke MAN 2 Kota Bandung.

Tiga tahun pertama (2006-2009) membimbing Karya Ilmiah Remaja (KIR). Dari tangan dinginnya inilah lahir kader KIR yang unggul, seperti Indra Kosasih, Robiyatul Adawiyyah, Reni Anggraeni, Hesti dan Gita. Anggota KIR tersebut sempat meraih posisi puncak dalam beberapa event kegiatan di KIR.

Pada tahun 2009, beliau dipilih oleh sebagian besar guru di MAN 2 untuk menduduki posisi sebagai Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum dibantu oleh Ikeu Kartika, M.PKim.