Penerimaan Siswa Baru 2011



Selamat Idul Fitri 1433 H. Ladang Amal : Infaq Membangun Masjid kirim ke PANITIA PEMBANGUNAN MESJID MAN 2 Bandung, No. rekening 131 - 00 - 0752993 - 8, BANK MANDIRI KCP Bandung Ujung Berung

Senin, 31 Mei 2010

Super School Sebuah Sekolah Impian

Sekolah itu bukan tujuan tapi alat, maksudnya kita bersekolah bukan sebagai tujuan hidup, tetapi bagaikan alat yang kita butuhkan untuk mencapai tujuan hidup tersebut. Maka apabila bersekolah itu untuk mencapai tujuan maka ketika tujuan itu tidak tercapai maka kita akan kecewa terhadapnya, berbeda halnya kita bersekolah sebagai alat. Alat yang selalu kita gunakan untuk mencapai tujuan tersebut, maka kita akan terbantu olehnya sehingga kita bahagia telah bersekolah.
Apabila semua orang sudah beranggapan bahwa bersekolah dijadikan sebagai tujuan maka ketika tujuan itu telah tercapai, selanjutnya kebanyakan dari mereka akan bingung kemana arah yang akan dituju. Sebaliknya apabila bersekolah kita jadikan sebagai alat yang selalu kita butuhkan maka akan timbul rasa untuk ingin mengembangkan sampai lebih diperlukan lagi.
Masalah seperti ini masih sering kali kita abaikan begitu saja. Impian dari sebuah sistem pembelajaran adalah adanya “Penjurusan Dini” yaitu penjurusan pendidikan yang di selenggarakan sejak usia yang relatif muda yaitu pada jenjang SMP, sejak usia itu para siswa dituntut untuk memilih dan mendalami jurusan yang akan ia lanjutkan sampai bangku perkuliahan kelak. Apabila cara seperti ini di terapkan Indonesia sejak hari ini maka jangan heran apabila beberapa tahun kemudian Negara ini dikejutkan dengan banyaknya ilmuan dan orang orang hebat lainnya yang akan merubah keadaan ekonomi serta bidang sains modern saat ini.
Keadaan seperti ini dapat memicu kompetensi dan imajinasi seseorang untuk terus terasah. Karena pada usia-usia itulah imajinasi dan impian seorang anak sangatlah tinggi sehingga mereka merasa tertarik untuk mendalami bidang tersebut. Peran seorang guru pembimbing pastilah sangat berpengaruh pada saat itu. Oleh sebab itu, perlulah diadakannya suatu arahan dari guru untuk menuntun siswa didiknya dalam memilih salah satu jurusan yang ia hendaki agar mereka tidak merasa menyesal di kemudian saat.
Banyaknya mata pelajaran yang harus diikuti oleh siswa menjadikan masalah tersendiri di setiap benak para siswa. Sebagian besar mereka merasa bingung dengan begitu banyaknya mata pelajaran yang harus ia hadapi baik di jenjang SMP maupun di jenjang SMA, di MAN 2 saja mata pelajaran wajib yang harus mereka pelajari sebanyak ±16 mata pelajaran, lebih banyak dari pada di SMA lainya karena tambahan pada mata pelajaran agama mereka. Mungkin saja di sekolah SMA umumnya juga mengalami hal demikian walaupun tidak ada tambahan mata pelajaran agama seperti sekolah kami. Untuk apa mempelajari banyak mata pelajaran tetapi membuat siswa tersiksa? Lebih baik mata pelajaran sedikit tetapi siswa mampu untuk memahami secara keseluruhan ilmu yang di berikan oleh guru.
Disamping sistem “Penjurusan Dini” kami mengimpikan adanya sebuah “Super School”. Sama halnya dengan prinsip ketika kita berbelanja di supermarket, kita ibaratkan barang yang kita beli adalah mata pelajaran yang kita pilih. Maka dengan demikian kita dapat bebas memilih mata pelajaran yang ingin kita ambil dan dapat memilih kurikulum yang akan kita gunakan. Di dalam sekolah ini menerapkan suatu asas demokrasi yang bebas untuk memilih, dalam arti lain di “Super School” ini terdapat berbagai macam jurusan seperti :
1) Jurusan Seni bagi peminat seni, jurusan ini menekankan pada kepandain dalam berseni. Materi yang di pelajari adalah seputar seni dan kebudayaan seperti tari daerah, seni musik, seni lukis, dsb
2) Jurusan Fiskima (Fisika, Kimia, Matematika) untuk mereka yang menyukai hitung-menghitung. Jurusan ini lebih menekankan pada kemampuan siswa untuk berfikir rasional dan logis. Materi yang di tekankan adalah Fisika, kimia, Matematika serta Kalkulus.
3) Jurusan Biogeografi (biologi dan Geografi) untuk murid yang menyukai interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Materi yang di pelajari adalah seputar Biologi, Geografi, planteologi, Geologi, dan lain sebagainya.
4) Jurusan Bahasa yang mengarahkan murid pada kecakapanya berbahasa asing, materi yang di ajarkan meliputi Bahasa Asing (Jepang, Jerman, Inggris, Arab & Prancis), Bahasa Daerah, Sastra Indonesia, dan bahasa lainnya.
5) Jurusan Sosial yang lebih mendalami pada kehidupan sosial mereka, materinya berupa Sosiologi, Akuntansi, Sejarah, dan lain sebagainya.
6) Jurusan Komputer, di kelas ini siswa diharapkan mampu menguasai hardware ataupun software komputer serta prinsip kerja robot, dan lain sebagainya sesuai dengan Ilmu Teknologi (IT).
7) Jurusan Agamis (Agama Islam) untuk membentuk para Da’i dan Ustadz . kelas ini lebih di arahkan pada pengetahuan agama mereka. Pelajaran yang diperdalam adalah Bulughulmaram, Bahasa Arab, Fiqih, Al-Iman, dan lainnya. Juga agar mereka dapat menyeimbangkan antara Kitab Digital dengan Kitab Kuning. Biasanya kecenderungan untuk menggali kitab kuning berasal dari kelas agamis tetapi kelas agamis juga dapat mempelajari teknologi yang berkembang, juga sebaliknya. Apabila di padukan antara ilmu agama dan teknologi dapat menciptakan terobosan baru yang dapat kita gali dari Al-Qur’an sebagai kitab ilmu pengetahuan.

Kehadiran berbagai macam jurusan dalam satu sekolah itu dapat membuat siswa akan merasa senang karena mereka memilih jurusan tanpa adanya paksaan. Apabila ditinjau dari sisi psikologi, siswa lebih mudah menerima dan mencerna materi yang di sampaikan guru apabila murid itu menyukai pelajaran terebut. Oleh karena itu penerapan Super School sangatlah bagus untuk meningkatkan kemampuan berfikir yang di miliki oleh setiap murid.
Tentunya penerapan sistem “Penjurusan Dini” maupun “Super School” takkan berhasil jika tidak ditunjang dengan Ilmu Tekhnologi (IT) yang cukup. Dalam super school bukan hanya kelas komputer saja yang diberi bekal IT yang cukup, tetapi setiap jurusan juga harus di berikan pelajaran tentang IT sebagai bekal menghadapi situasi tekhnologi saat ini. Perkembangan IT juga mempengaruhi cara pembelajaran yang lebih modern, seperti penggunaan infokus dalam proses belajar mengajar yang dapat membuat siswa menjadi lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan secara oleh para tenaga pendidik. Dan ini pun tidak boleh dihilangkan sebagai alat moserenisasi yang lebih maju pada semua mata pelajaran.
Saat IT terus bertumbuh, rata-rata kecenderungan siswa untuk mengingat siapa Tuhannya menjadi sedikit berkurang. Maka selain ilmu tekhnologi maka ilmu agama juga harus di masukkan dalam daftar mata pelajaran wajib selain keterampilan Bahasa Inggris sebagai ilmu komunikasi Internasional. Ilmu agama dibutuhkan selain untuk mencari surga Allah.
Keseimbangan setiap ilmu pengetahuan yang di terapkan di “Super School” menjadikannya sekolah impian yang mahir dalam segala bidang. Kalau boleh dikata bahwa lulusan Super School pasti akan bisa di terima di Universitas-Universitas ternama yang ada, sesuai denagn jurusannya. Karena kita ketahui bahwa mereka lebih unggul dalam dalam pendalaman jurusan yang dipilihnya. Sekolah yang seperti inilah yang selanjutnya akan di minati oleh semua orang lulusan SMP.
“Janganlah pernah merasa takut rugi untuk melakukan sesuatu hal yang bisa membuat orang bangga terhadap diri kita.” “Genggamlah hal yang tak pernah kau bayangkan saat ini juga sebelum kau menyesal setelahnya.”


Penulis : (1) Aulia Tulananda, (2) Ferry Saepul Anwar dan (3) Nurul Azizah Azzakiyah

Karya ini, adalah makalah prasyarat untuk kompetisi DEBAT di Karisma Salman ITB, 29-30 Mei 2010. Pada tahun ini, baru mampu menembus 8 (Delapan Besar).

Tidak ada komentar: